Kisah Miris Mbah Giyem, Warga Magetan yang Lima Tahun Terus Dikurung di Kamar Sempit yang Pengap

Loading...


Program Jawa Timur bebas pasung tampaknya tidak berlaku untuk Mbah Ginem, salah satu warga di Kabupaten Magetan.

Pasalnya wanita berusia (55) ini sudah lebih dari lima tahun dikurung oleh keluarganya di dalam kamar sempit, di rumahnya di Dusun Janglengan, Desa/Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Mbah Ginem yang menderita gangguan jiwa ini dikurung karena keluarganya sudah tidak punya apa-apa lagi untuk mengobatinya. Keluarga Mbah Giyem mengaku terpaksa mengurung Mbah Ginem di kamar sempit yang pengap berukuran 2,5 meter persegi karena sudah tidak ada lagi biaya untuk berobat.

Bantuan pemerintah juga tidak pernah diterima oleh keluarga Mbah Giyem.

"Sebenarnya juga kasihan Si Mbok (Ibu), tapi kalau dibiarkan bebas takut nanti hilang atau mengganggu tetangga,"kata Suharno, anak Mbah Giyem. Menurut Suharno, Mbah Giyem ini sudah pernah menjalani pengobatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Ngawi, sekitar dua tahun.

Selama itu Mbah Giyem tidak kunjung sembuh. Akhirnya keluarga memilih menghentikan pengobatan di RSJ itu. "Kami tidak mampu lagi mengobatkan Si Mbok, karema biaya pengobatan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)sangat mahal. Kami tidak kuat, lagi pula saya hanya bekerja serabutan," jelasnya.

Dikatakan Suharno, Mbok Giyem itu diketahui menderita gangguan jiwa semenjak suaminya meninggal dunia lima tahun lalu. "Sejak saat itu si Mbok kami kurung di kamar itu. Dari pada hilang atau mengganggu tetangga," bebernya.

"Awalnya mau kami pasung, dengan dibelok kedua kakinya, tapi keluarga lain tidak tega. Akhirnya dibuatkan kamar 2,5 meter persegi itu,"imbuh Suharno.

Selama dua tahun, lanjut Suharno, biaya untuk berobat Mbah Giyem sudah menjual harta benda peninggalan suaminya sehingga tidak ada lagi sisa untuk biaya berobat.

"Kami sebetulnya sempat mengajukan keringanan setiap periksa di rumah sakit, namun sampai hari ini tidak berhasil. Dengan alasan persyaratannya kurang," kata Suharno.

Meski begitu Suharno dan keluarganya masih berharap bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan untuk pengobatan Mbah Ginem agar bisa sembuh kembali.

"Kami sering mengajukan ke desa, tapi sampai sekarang juga belum ada kelanjutannya. Kasihan Si Mbok, siapa tahu dengan bantuan Pemerintah Si Mbok bisa sembuh," harap Suharno.

Sumber: Trimbun
Loading...

0 komentar

Post a Comment