Puncak Seruni, Spot Baru Menikmati Sunset dan Sunrise Gunung Bromo

Loading...
Puncak Seruni via @astono.singgih

Awal pekan ini Kabupaten Probolinggo menambah satu objek wisata The Great Wall of Seruni Point Peak. Dinamanakan The Great Wall of Seruni Point Peak lantaran mirip dengan tembok raksasa di Cina.

Yakni 256 anak tangga yang bisa kamu lewati menuju puncak bukit seruni. Sementara di puncak bukit terdapat menara dengan empat tugu, yang bisa menyaksikan pemandangan ke arah Gunung Bromo.

Bangunan yang berada di perbukitan dengan ketinggian 2.400 Mdpl itu menyajikan sensasi pemandangan yang luar biasa. The Great Wall of Seruni Point Peak dibuka pada 18 Desember 2018 lalu, dan diharapkan menjadi destinasi wisata baru di kawasan objek wisata Gunung Bromo-Tengger dalam menyambut musim liburan.

Tidak sulit menuju objek wisata baru yang berlokasi di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo ini. Cukup tiga jam dari pusat kota Probolinggo menuju Desa Ngadisari menggunakan mobil pribadi.

Jika Anda seorang backpacker bisa naik kendaraan umum dengan estimasi kedatangan empat sampai lima jam. Selanjutnya bisa menyewa jeep maupun ojek di pintu masuk Cemoro Lawang, Sukapura.

Sensasi berikutnya adalah menapaki anak tangga sejauh 2 km dari pintu masuk Cemoro Lawang dengan jalanan menanjak. Suguhan yang Anda dapatkan adalah hamparan lahan pertanian warga Tengger, yang berada di perbukitan sekitar puncak Seruni Point.

Jangan lupa, bawalah air mineral sebanyak mungkin sebagai bekal menuju puncak dan uang Rp 9.000 untuk membeli tiket masuk. Oh iya, jalan menuju puncak telah disediakan bordes (tempat istirahat untuk mengambil nafas) di tiap kelokan untuk memulihkan stamina dan tenaga.

Lokasi ini juga bisa dimanfaatkan untuk membidik momen lantaran panorama alamnya yang luar biasa dan Instagram-able. Setiba di pintu masuk puncak Seruni Point, ada baiknya beristirahat mengembalikan stamina sambil meneguk air mineral.

Nafas yang tersengal-sengal, rasa lelah, capek lantaran jalur yang menanjak dan berkelok akan terbayar begitu tiba di puncak Seruni Point. Angin yang sejuk ditambah dengan pemandang yang luar biasa bisa mengusir rasa lelah sekaligus memanjakan mata saat di puncak Seruni Point.

Di puncak ini terdapat sebuah menara dengan empat pilar tugu Brawijaya menjadi titik utama pesona The Great Wall of Seruni Point Peak. Selain cocok digunakan foto-foto selfie, tempat ini layak sebagai areal mengenang kejayaan Kerajaan Majapahit. Sebab warga Bromo-Tengger dikabarkan masyarakat Kerajaan Majapahit yang tersisa.

“Lumayan capek menuju puncak. Tapi setelah di atas rasa capeknya ilang (hilang) dan terbayar dengan indahnya alam di sini,” kata pengunjung asal Pasuruan, Narsih (19) saat dijumpai Jatimnet.com, Kamis 20 Desember 2018.

Hal senada juga disampaikan wisatawan lainnya, Antok (21) yang menyampaikan berlibur di The Great Wall of Seruni Point memberi tantangan sekaligus bagus untuk membidik panorama. “Luar biasa hasil jepretannya, gak rugi buat di-share di media sosial,” terangnya.

Sementara itu, Camat Sukapura Yulius Christian menyarankan tamu yang ingin menikmati indahnya puncak Seruni Point datang pada pagi atau sore hari. Sebab momen tersebut sangat cocok untuk menikmati sunrise (matahari terbit) dan sunset (matahari terbenam).

“Pada saat cuaca cerah, sunrise dan sunset sangat indah. Perpaduan warna langit dan sinar matahari membentuk cahaya keemasan dan kemerahan. Kita juga bisa melihat tiga gunung sekaligus yakni, Gunung Bromo, Batok, dan Semeru,” terangnya.

The Great Wall of Seruni Point Peak dibangun Pemerintah RI melalui Direktorat Bina Penataan Bangunan dan Lingkungan Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan anggaran Rp 5 Miliar.

Sumber:infoponorogo.com
Loading...

0 komentar

Post a Comment