BPJS Kesehtan Telat Bayar Rumah Sakit Sayyidiman Magetan Sebesar 20 Milyar

Loading...

Kasus macetnya pembayaran BPJS Kesehatan untuk klaim Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) Sayyidiman Magetan selama empat bulan, atau dengan jumlah tunggakan Rp 20 miliar, membuat Bupati Magetan Suprawoto menggelar rapat kerja (raker) pada Rabu (2/1/2019).  Seusai raker, Bupati Magetan mengatakan jika keterlambatan pembayaran BPJS Kesehatan Rp 20 miliar tersebut tidak akan mempengaruhi kinerja RSUD Sayyidiman Magetan.  Sebab, status RSUD Sayyidiman Magetan diganti menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Sehingga, RSUD bisa membayar klaim farmasi dengan cara mengutang di bank.  "Kembali ke Direktur rumah sakitnya, ada keleluasaan dengan statusnya BLUD, kan bisa bayar belakangan farmasinya," ujar Bupati Magetan Suprawoto, Rabu.

Sementara itu, Direktur RSUD Sayyidiman Magetan Yunus Mahatma tetap kurang puas dengan solusi RSUD menjadi BLUD.  Menurut dia, tunggakan klaim BPJS Kesehatan sebesar Rp 20 miliar sangat mengganggu operasional rumah sakit tersebut.  Kemudian dengan status BLUD yang bisa mengutang ke bank, maka untuk pengadaan obat pihaknya terpaksa harus membayar lebih mahal.  "Untuk beli obat ya ngutang ke bank pemerintah, kita harus bayar bunganya," katanya. 

Menurut dia, tunggakan pembayaran BPJS Kesehatan tersebut juga berpengaruh kepada pembayaran jasa layanan pegawai. "Sampai saat ini belum ada pembayaran (ke pegawai), ya tidak nyaman saja," imbuhnya.  Sayangnya, Kepala BPJS Kabupaten Magetan Bambang yang terlihat hadir dalam rapat kerja di RSUD Sayidiman Magetan tidak bisa dikonfirmasi oleh awak media. Bambang langsung pergi sesaat setelah mengikuti raker yang langsung dipimpin oleh Bupati Magetan.
Loading...

0 komentar

Post a Comment